Pemerintah Harus Menyiapkan Stok ARV Lebih Banyak

November 11th, 2008 -- Posted in Dejavu Ngomong HIV/AIDS | 1 Comment »

Media Indonesia,

PENGURUS Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) meminta pemerintah menyediakan obat antiretroviral (ARV) untuk pengidap HIV/AIDS sekarang juga.

Sebab, kelangkaan obat ARV di Indonesia saat ini sudah sampai tahap mengkhawatirkan. Menurut data IDI, para ODHA (orang dengan HIV/AIDS) di Bandung, Yogyakarta, Lampung, Makassar, dan Jakarta yang harus mengonsumsi ARV seumur hidup hanya memiliki persediaan ARV untuk satu minggu.

Pemerintah harus mengadakan obat sekarang juga karena ketersediaan obat tidak boleh putus. Putus obat berarti nyawa pasien jadi taruhannya, seru Ketua Umum PB IDI dr Fachmi Idris, pada diskusi publik bertemakan Menakar kembali komitmen pemberantasan penyakit menular HIV/AIDS sebagai bagian dari komitmen global MDGs dan dalam upaya peningkatan indeks pembangunan manusia di bidang kesehatan, kemarin, di Jakarta.

Menurut Fachmi, manfaat ARV bukan saja dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian pada ODHA, melainkan juga membuat pasien lebih sehat, jarang dirawat di rumah sakit, dan bisa bekerja secara normal (produktif).

Karena itu, pengadaan ARV bukan pemborosan, melainkan investasi dan efisiensi biaya penanggulangan masalah HIV/AIDS,tambah Fachmi.

Pembicara lain dalam diskusi tersebut Prof dr Samsuridjal Djauzi mengungkapkan menipisnya ketersediaan ARV di sejumlah rumah sakit di Indonesia disebabkan adanya pemotongan anggaran untuk subsidi obat yang dilakukan pemerintah.

Keadaan sekarang sangat genting bagi pengidap HIV/AIDS. Seharusnya seluruh stake holder
segera terlibat untuk mengatasi hal ini, katanya.

Lebih lanjut, Samsuridjal mengatakan di Makassar, persediaan ARV sudah habis sejak bulan lalu. Kondisi tersebut semakin memperparah kesehatan ODHA karena terlambat dua minggu saja virus akan resisten terhadap obat dan semakin menyulitkan proses penyembuhan mereka.

Kebutuhan ARV untuk Indonesia, ujarnya, terdata sebanyak 13.000 untuk tahun ini. Artinya jika ARV terlambat diberikan, ribuan nyawa para pengidap HIV/AIDS akan melayang.

Prof dr Zubairi Djoerban dari Masyarakat Peduli AIDS Indonesia (MPAI) menambahkan, negara seperti Argentina yang mengalami krisis ekonomi terparah saja mampu menyediakan lebih dari 34.000 ARV secara gratis.

Kemudian Kamboja yang pendapatan masyarakatnya lebih kecil daripada Indonesia juga mampu menyediakan 24 ribu obat ARV tanpa mengalami masalah dalam ketersediaannya.

Untuk Sumbar sendiri, satu minggu kedepan stok obat ARV di Rumah sakit rujukan yaitu RSUP Dr. M. Djamil akan menipis dan diperkirakan kejadian beberapa bulan kemaren akan terulang kembali. Kawan-kawan ODHA akan putus mengkonsumsi obat dan yang paling ditakutkan adalah proses resistance yang akan dialami oleh kawan-kawan yang sedang menjalani terapi ARV.

Hal ini diaminkan oleh beberapa LSM Peduli HIV/AIDS Sumatera Barat, mereka melihat akan terjadinya trauma baru bagi kawan-kawan pengidap HIV/AIDS.  Mereka akan antipati dengan terapi yang telah mereka jalani selama ini, obat ARV ini merupakan salah satu terapi untuk memperkuat daya tahan anti body  terhadap virus HIV, obat tersebut  bukanlah untuk menyembuhkan….sehingga jika obat ini putus mereka sudah pasti akan menghadapi resiko baru…yaitu munculnya IO (Infeksi Oportunistik) karena lemahnya anti bodi dan akan mengarahkan mereka ke sesi AIDS.

Possibly Related Posts:


Inem Dan Kepatuhan

November 9th, 2008 -- Posted in Dejavu Lucu - lucuan | 1 Comment »

Inem Oh Inem…

KRINGGGGG~~~ KRINGGG~~ ~KRINGGGG~ ~!!!”, bunyi telepon.
“Halo, selamat siang”, jawab seorang wanita setengah baya.

“Lho, siapa ini?”, terdengar sahut suara berat seorang pria.

“Oh, saya pembantu baru di sini Pak. Saya baru kerja. Baru datang siang ini.”

“Kalau begitu, Ibu mana?”

“Ibu sedang di kamar tidur Pak.”

“Kalau begitu tolong panggilkan.”

“Maaf Pak, Bapak siapa yah?”

“Saya suaminya.”

“Hah, lha wong Ibu di kamar sama Bapak kok?!”, si pembantu kaget

“Apaaaa ?!?!?!” si Bapak lebih kaget lagi.

Selanjutnya lebih seru, klik disini………….

Possibly Related Posts:


Unconditional Love

November 4th, 2008 -- Posted in Inspiration Dejavu | 4 Comments »

Buat yang mo merit, dan yang udah merit, buat yang JOMBLOw bisa juga koq…….Sebuah inspirasi untuk menghargai sebuah arti cinta….Kiriman e-mail dari salah seorang teman……

Lima tahun usia pernikahanku dengan Ellen sungguh masa yang sulit. Semakin hari semakin tidak ada kecocokan diantara kami. Kami bertengkar karena hal-hal kecil. Karena Ellen lambat membukakan pagar saat aku pulang kantor. Karena meja sudut di ruang keluarga yang ia beli tanpa membicarakannya denganku, bagiku itu hanya membuang uang saja..

Hari ini, 27 Agustus adalah ulang tahun Ellen. Kami bertengkar pagi ini karena Ellen kesiangan membangunkanku. Aku kesal dan tak mengucapkan selamat ulang tahun padanya, kecupan di keningnya yang biasa kulakukan di hari ulang tahunnya tak mau kulakukan.

Malam sekitar pukul 7, Ellen sudah 3 kali menghubungiku untuk memintaku segera pulang dan makan malam bersamanya, tentu saja permintaannya tidak kuhiraukan.

Baca Kelanjutannya……

Possibly Related Posts:


Jadi Polisi di Indonesia Mesti Sabar

October 23rd, 2008 -- Posted in Dejavu Lucu - lucuan | 6 Comments »

Kiriman email dari tetangga…..kayaknya pantes ditampilin disini

Kalo yang ini kayaknya polisi Perancis
Selanjutnya lebih seru lagi…klik disini

Possibly Related Posts:


Jalan Tol PADANG-BUKITTINGGI (balada sebuah mangkok)

October 15th, 2008 -- Posted in Dejavu Jalan-jalan | 3 Comments »

Ini kelanjutan crita sebelumnya…..saya ma family dari Lubuk Sikaping (my sweet town) mau nglanjutin acara silaturahminya ke kampungnya mother di Payakumbuh. Karena berhubung satu dan lain hal, saya ma my little brother berkeinginan untuk tidak ngelanjutin perjalanan yang cukup melelahkan tersebut. Dan kita mo undur diri di Bukittingi dengan maksud mau ngelanjutin perjalanan ke Padang dengan Travel. Sekitar jam 2.30 siang kita nyampe di Bukittinggi……sip….baru nyampe udah di suguhi ama kemacetan yang cukup dasyat disekitar Jam Gadang. Father ngusulin kalo kami ngambil mobilnya di Aur Kuning saja, karena disitu biasanya banyak dijejali travel-travel liar (heran….kenapa pemerintah nggak ngejinakin tuh travel ya…supaya bisa lebih maksimal melayani penumpang….hmm…)

Baca kelanjutannya

Possibly Related Posts: